MADURA SATU | SAMPANG - Puluhan alumni dan simpatisan Pondok Pesantren (Ponpes) Karang Durin mendatangi Kantor Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karang Penang, Kabupaten Sampang, Senin (27/7/2026).

Kedatangan mereka untuk meminta klarifikasi terkait isu yang menyebut pengasuh Ponpes Karang Durin, KH Ahmad Fauzan Zaini, akan dilaporkan oleh Muhammadiyah.

Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, massa mulai berkumpul sekitar pukul 07.00 WIB di depan Kantor PCM Karang Penang untuk meminta penjelasan terkait isu yang beredar.

"Begitu menerima informasi adanya pergerakan massa, personel Polsek Karang Penang bersama jajaran Polres Sampang langsung melakukan pengamanan dan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, pengurus PCM, serta perwakilan massa. Dari hasil koordinasi itu disepakati bahwa hanya perwakilan massa yang masuk ke sekretariat PCM untuk melakukan klarifikasi," ujarnya.

Eko menjelaskan, mediasi dimulai sekitar pukul 08.04 WIB dan dihadiri Kasat Intelkam Polres Sampang AKP Agung Prastyo, Kapolsek Karang Penang IPTU Iwan Suhadi, Camat Karang Penang Yasid Bustomi, Ketua PCM Karang Penang, Ketua MWC NU Karang Penang, anggota DPRD Kabupaten Sampang, tokoh masyarakat, pengurus Ponpes Karang Durin, serta perwakilan alumni dan simpatisan.

ADVERTISEMENT

"Dalam pertemuan tersebut, perwakilan massa menyampaikan bahwa kedatangan mereka untuk meminta kepastian mengenai informasi adanya rencana pelaporan terhadap pengasuh Ponpes Karang Durin. Pihak PCM kemudian menegaskan bahwa isu tersebut adalah hoaks dan tidak pernah ada rencana pelaporan dari Muhammadiyah, baik di tingkat PCM maupun Pimpinan Daerah," katanya.

Menurut Eko, setelah dialog selesai sekitar pukul 08.41 WIB, hasil mediasi dibacakan secara terbuka di depan kantor PCM menggunakan pengeras suara agar seluruh massa mengetahui hasil kesepakatan.

"Disampaikan kepada massa bahwa Muhammadiyah tidak pernah dan tidak akan melaporkan KH Ahmad Fauzan Zaini terkait video yang beredar. Pihak PCM juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang sempat terjadi akibat beredarnya informasi tersebut," jelasnya.