MADURA SATU | SAMPANG – Tiga lapak pedagang di Pasar Tambelangan, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terbakar pada Selasa (27/10/2026) pagi.

Di tengah kepanikan, anggota kepolisian, personel TNI, dan warga berjibaku memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya.

Sementara itu, petugas pemadam kebakaran (Damkar) tidak terlihat di lokasi selama proses pemadaman berlangsung.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.25 WIB tersebut menyoroti keterbatasan jangkauan pelayanan Damkar di Kabupaten Sampang.

Saat api membakar lapak pedagang, penanganan awal justru mengandalkan kesigapan aparat setempat dan gotong royong masyarakat karena tidak tersedia armada Damkar yang bersiaga di Kecamatan Tambelangan.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, anggota Polsek Tambelangan, personel Koramil Tambelangan, dan warga bahu-membahu menjinakkan api.

Air diangkut menggunakan dua kendaraan pikap untuk membantu proses pemadaman. Upaya bersama tersebut akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api sekitar pukul 09.45 WIB.

Kapolsek Tambelangan, AKP Medhy Ari Bestakona, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, anggota kepolisian segera bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai kebakaran di pasar tersebut.

“Anggota jaga menerima laporan dari masyarakat bahwa ada kebakaran. Petugas langsung menuju lokasi dan dalam perjalanan menghubungi kami untuk melaporkan kejadian tersebut,” ujar Medhy.

Menurut Medhy, jarak Mapolsek Tambelangan dengan lokasi kebakaran relatif dekat sehingga anggota dapat tiba dengan cepat.

ADVERTISEMENT

Setibanya di lokasi, personel kepolisian langsung bergabung dengan anggota TNI dan masyarakat untuk membantu memadamkan api.

“Anggota tiba sekitar satu menit setelah berangkat. Kami langsung membantu proses pemadaman bersama Koramil dan masyarakat. Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan berkat kerja sama semua pihak,” katanya.

Terkait penyebab kebakaran, Medhy menyebut korsleting kabel listrik sebagai dugaan sementara. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi bahaya kebakaran, terutama yang bersumber dari instalasi listrik dan penggunaan peralatan rumah tangga.

Warga diminta memastikan kondisi kabel tetap aman, mematikan kompor setelah digunakan, serta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

ADVERTISEMENT

“Kami dari Polsek mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan keselamatan lingkungan. Pencegahan kebakaran bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi tanggung jawab kita semua. Lebih baik mencegah sejak dini daripada menyesal kemudian,” tuturnya.

Namun, di balik keberhasilan warga dan aparat memadamkan api, persoalan kesiapsiagaan armada Damkar menjadi perhatian tersendiri.

Tidak terlihatnya petugas Damkar di lokasi saat pemadaman berlangsung memunculkan pertanyaan mengenai jangkauan pelayanan, khususnya bagi wilayah kecamatan yang jauh dari pusat penempatan armada.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Sampang, Cocok Hadi Sutrisno, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran Pasar Tambelangan sekitar pukul 09.23 WIB.

Setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

Namun, petugas belum tiba di pasar ketika menerima informasi bahwa api telah berhasil dipadamkan. Saat perjalanan mencapai wilayah Kecamatan Jrengik, pihaknya mendapat telepon dari camat yang menyampaikan bahwa kebakaran sudah terkendali sekaligus menyarankan armada Damkar kembali.

“Dengan adanya laporan tersebut, petugas Damkar langsung berangkat ke lokasi. Namun, setengah perjalanan, tepatnya di wilayah Kecamatan Jrengik, Pak Camat telepon dan mengabarkan kembali bahwa kebakaran berhasil dipadamkan dan menyarankan pihak Damkar untuk kembali,” jelas Cocok.

Cocok tidak menampik bahwa keterbatasan armada menjadi salah satu kendala dalam pelayanan pemadaman kebakaran di Kabupaten Sampang.

Menurut dia, armada yang disiagakan di wilayah kecamatan saat ini berada di Kecamatan Ketapang dan Sampang Kota. Sementara itu, Kecamatan Tambelangan belum memiliki armada yang ditempatkan secara khusus untuk siaga.

“Kita memang kekurangan armada. Kalau di wilayah Kecamatan Tambelangan memang tidak ada armada Damkar yang standby. Tahun ini ada penambahan armada dan akan distandbykan di wilayah Kecamatan Karang Penang. Untuk di wilayah Kecamatan Tambelangan masih belum ada,” terangnya.(*)

ADVERTISEMENT