Namun, di balik keberhasilan warga dan aparat memadamkan api, persoalan kesiapsiagaan armada Damkar menjadi perhatian tersendiri.

Tidak terlihatnya petugas Damkar di lokasi saat pemadaman berlangsung memunculkan pertanyaan mengenai jangkauan pelayanan, khususnya bagi wilayah kecamatan yang jauh dari pusat penempatan armada.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Sampang, Cocok Hadi Sutrisno, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran Pasar Tambelangan sekitar pukul 09.23 WIB.

Setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

Namun, petugas belum tiba di pasar ketika menerima informasi bahwa api telah berhasil dipadamkan. Saat perjalanan mencapai wilayah Kecamatan Jrengik, pihaknya mendapat telepon dari camat yang menyampaikan bahwa kebakaran sudah terkendali sekaligus menyarankan armada Damkar kembali.

ADVERTISEMENT

“Dengan adanya laporan tersebut, petugas Damkar langsung berangkat ke lokasi. Namun, setengah perjalanan, tepatnya di wilayah Kecamatan Jrengik, Pak Camat telepon dan mengabarkan kembali bahwa kebakaran berhasil dipadamkan dan menyarankan pihak Damkar untuk kembali,” jelas Cocok.

Cocok tidak menampik bahwa keterbatasan armada menjadi salah satu kendala dalam pelayanan pemadaman kebakaran di Kabupaten Sampang.

Menurut dia, armada yang disiagakan di wilayah kecamatan saat ini berada di Kecamatan Ketapang dan Sampang Kota. Sementara itu, Kecamatan Tambelangan belum memiliki armada yang ditempatkan secara khusus untuk siaga.