MADURA SATU | SAMPANG - Potensi garam di Madura, Jawa Timur, mulai dilirik investor asing. Kabupaten Sampang menjadi sasaran utama pengembangan industrialisasi garam setelah dua perusahaan asal China dan Uni Emirat Arab menyatakan minat untuk berinvestasi di wilayah tersebut.

Rencana investasi itu difasilitasi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama PT Garam. Pengembangan industri garam tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan petambak garam di Sampang.

Direktur Utama PT Garam Abraham Mose mengatakan, Sampang memiliki sejumlah potensi yang membuat wilayah tersebut menarik bagi investor asing. Salah satunya adalah ketersediaan lahan tambak garam yang mencapai sekitar 1.300 hektare.

"Selain akan menguntungkan secara ekonomi bagi masyarakat dan petambak garam di Sampang, juga kehadiran investor ini bisa mendorong program percepatan swasembada garam yang dicanangkan pemerintah," kata Abraham seperti dilansir Antara, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Abraham, luas lahan menjadi salah satu modal penting dalam rencana pengembangan industri garam di Sampang. Selain itu, kondisi air laut di wilayah pesisir kabupaten tersebut dinilai sangat baik untuk diolah menjadi air tua sebagai bagian dari proses produksi garam.

ADVERTISEMENT

Potensi tersebut kemudian menjadi salah satu alasan investor dari China dan Uni Emirat Arab tertarik masuk ke Sampang. Dukungan masyarakat serta sejumlah sarana yang sudah tersedia juga menjadi pertimbangan dalam pengembangan investasi tersebut.

"Beberapa hal ini yang menjadi pertimbangan mengapa investor asing dari Tiongkok dan Uni Emirat Arab tertarik berinvestasi di Sampang," ujarnya.

Saat ini, rencana tersebut masih berada dalam tahap persiapan. PT Garam bersama Kementerian Investasi tengah membantu proses studi pra-kelayakan atau pre-feasibility study dan studi kelayakan untuk menentukan kesiapan proyek.

PT Garam juga melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Sampang terkait kemungkinan kebutuhan tambahan lahan apabila proyek industrialisasi garam tersebut membutuhkan area yang lebih luas.

"Kami juga sering sowan ke Pak Bupati Sampang agar usaha baik yang berdampak positif bagi ekonomi masyarakat ini bisa terealisasi dengan baik. Selain itu, supaya masyarakat bisa ikut bangga dengan adanya industrialisasi garam di Sampang ini," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Abraham menyebut proses dari tahapan studi hingga penentuan mitra pelaksana proyek diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu tahun. Setelah studi kelayakan selesai, proses akan dilanjutkan dengan penentuan partner sebelum masuk ke tahap pembangunan.

"Sekarang ini masih September dan baru menyelesaikan FS, lalu menentukan partner IPC, baru setelah itu berlanjut ke pembangunan proyek," sebutnya.

Industrialisasi garam yang direncanakan di Sampang nantinya akan menggunakan teknologi Mechanical Vapor Recompression atau MVR. Teknologi tersebut merupakan metode daur ulang energi termal dalam proses produksi.

Menurut Abraham, penggunaan teknologi tersebut dapat mengurangi penggunaan energi uap tradisional hingga 70-90 persen. Sistem produksi juga dapat berjalan secara kontinu sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada cuaca dan sinar matahari seperti produksi garam melalui tambak tradisional.

Teknologi MVR juga ditujukan untuk menghasilkan garam dengan tingkat kemurnian tinggi sesuai standar kebutuhan industri. Penggunaan elektrifikasi kompresor disebut dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dalam proses produksi.

ADVERTISEMENT

"Dengan demikian, metodenya berbeda dengan tambak garam tradisional yang selama telah berjalan. Hasil lebih bagus dan produksi lebih banyak," jelasnya.

Rencana investasi ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong garam Madura tidak hanya diproduksi melalui pola tambak tradisional, tetapi juga dikembangkan menjadi industri dengan teknologi yang lebih modern.

Bupati Sampang Slamet Junaidi mengatakan Pemerintah Kabupaten Sampang terbuka terhadap investor yang ingin menanamkan modal di wilayahnya. Pemkab juga menyatakan kesiapan untuk mendukung kelancaran investasi tersebut.

"Pemkab siap mendukung kelancaran investasi ini, karena jika investor masuk maka yang akan merasakan dampak positifnya adalah masyarakat dan Pemkab Sampang," tegasnya. (*)

ADVERTISEMENT