Kasus ini bermula saat QQ menjalani operasi sesar di RSIA Puri Bunda Madura untuk proses persalinan. Setelah tindakan tersebut, pasien dilaporkan mengalami pendarahan hebat hingga harus menjalani operasi lanjutan berupa pengangkatan rahim.

Namun, kondisi pasien disebut tidak kunjung membaik sehingga akhirnya dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Dari hasil pemeriksaan di rumah sakit tersebut, tim medis menemukan adanya kondisi usus yang melintir. Temuan itu kemudian memunculkan pertanyaan dari pihak keluarga terkait tindakan pengangkatan rahim yang sebelumnya dilakukan terhadap pasien.

Selain mempertanyakan tindakan medis tersebut, keluarga juga mengaku mengalami kesulitan saat meminta rekam medis pasien dari RSIA Puri Bunda Madura. Mereka menyebut proses permintaan rekam medis di RSUD Dr. Soetomo Surabaya justru berjalan lebih mudah.

"Kami hanya ingin kejelasan atas apa yang sebenarnya terjadi dan berharap ada pertanggungjawaban yang sesuai dengan ketentuan hukum maupun etika profesi medis. Kami juga menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian," ujar perwakilan keluarga pasien.(*)

ADVERTISEMENT