MADURA SATU | PAMEKASAN – Audiensi terkait mandeknya proyek peningkatan Jalan Raya Tlagah–Bulangan Barat, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, berlangsung tegang di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Selasa (30/6/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri warga yang tergabung dalam Barisan Pelopor Keadilan Rakyat (BPKR) untuk menuntut kejelasan kelanjutan proyek yang hingga kini belum rampung.

Kedatangan massa bertujuan meminta penjelasan langsung dari Kepala Dinas PUPR Pamekasan mengenai penyebab terhentinya pekerjaan jalan yang dinilai telah merugikan masyarakat.

Namun, harapan itu tidak terpenuhi karena kepala dinas tidak hadir menemui peserta audiensi.

Ketidakhadiran pimpinan organisasi perangkat daerah tersebut memicu kekecewaan warga. Mereka menilai persoalan yang telah berlangsung berbulan-bulan seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

"Kami datang untuk meminta kepastian langsung kepada Kepala Dinas PUPR. Namun yang kami dapat hanya penjelasan tanpa adanya keputusan yang jelas," kata perwakilan BPKR, Zairi.

Dalam penyampaiannya, massa juga menyoroti kondisi ruas Jalan Tlagah–Bulangan Barat yang telah dibongkar, tetapi hingga kini belum dilanjutkan pengerjaannya. Situasi itu disebut membahayakan pengendara dan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.

"Jalan ini setiap hari dilalui masyarakat. Kondisinya sekarang justru membahayakan pengguna jalan karena proyeknya terhenti," ujar Zairi.