MADURA SATU | PAMEKASAN – Menjelang rencana aksi demonstrasi Serikat Pemuda Madura (SERDADU) di Kantor Bea Cukai Madura, pihak PR Pandawa Tunggal memilih tidak memberikan tanggapan atas sejumlah pertanyaan konfirmasi yang diajukan terkait dugaan peredaran rokok ilegal yang menjadi isu dalam aksi tersebut.

Konfirmasi dilakukan Madura Satu sebagai upaya menerapkan prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak pemilik maupun perwakilan PR Pandawa Tunggal belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan yang menjadi materi aksi demonstrasi.

Koordinator Lapangan SERDADU, Ahmad Sulaiman, menilai sikap diam tersebut merupakan hak setiap pihak.

Meski demikian, ia berharap pihak yang menjadi sorotan dapat memberikan klarifikasi kepada publik agar persoalan yang berkembang tidak menimbulkan berbagai spekulasi.

ADVERTISEMENT

"Kami sudah mengetahui bahwa pihak yang akan menjadi objek aksi memilih untuk tidak memberikan komentar. Itu adalah hak mereka, namun kami berharap ada keterbukaan kepada masyarakat terkait persoalan yang berkembang," kata Ahmad Sulaiman kepada Madura Satu, Jumat, (12/6/2026).

Menurut Ahmad, aksi yang akan digelar di Kantor Bea Cukai Madura bukan untuk menghakimi pihak tertentu.

Sebaliknya, demonstrasi tersebut bertujuan mendorong aparat yang memiliki kewenangan agar melakukan penegakan hukum dan pengawasan sesuai aturan yang berlaku.