MADURA SATU | SUMENEP - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, menjadi sorotan publik setelah beredarnya dua menu berbeda yang diterima siswa di sejumlah sekolah.

Dua menu tersebut diduga berasal dari dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni SPPG Tarbiyatus Shibyan dan SPPG Sarijaya.

Untuk menu MBG dari SPPG Tarbiyatus Shibyan menuai keluhan. Dalam gambar yang beredar, terlihat sajian berupa nasi berwarna kebiruan, telur goreng, tahu, serta buah dan sayur.

Sejumlah wali murid menilai tampilan menu tersebut kurang menarik sehingga dikhawatirkan memengaruhi selera makan siswa.

“Saya lihat sendiri anak saya agak ragu mau makan, mungkin karena warna nasinya tidak seperti biasanya,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya, Rabu, 1 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

Keluhan serupa juga muncul di media sosial. Salah satu unggahan di status WA mempertanyakan ketidakbiasaan menu yang diberikan SPPG Tarbiyatus Shibyan.

"Besok nasinya bisa berubah warna lagi. Anakku gak mau makan katanya aneh," ujar SH, ibu dua anak meminta identitasnya dirahasiakan.

Sementara itu, menu MBG dari SPPG Sarijaya justru mendapat banyak pujian. Sajian yang diberikan berupa nasi kuning dengan taburan bawang goreng, telur ceplok, tahu, sayuran segar seperti kol dan mentimun, serta buah anggur. Tampilan yang lebih variatif dan menarik dinilai membuat siswa lebih bersemangat saat makan.

“Menunya kelihatan enak dan warnanya juga biasa, jadi anak saya tidak ragu. Saya pun kalau kayak gini pasti mau juga,” timpal wali murid lain berinisial YN.

Perbedaan penyajian ini pun memicu perbandingan di tengah masyarakat. Banyak yang berharap adanya standarisasi menu, tidak hanya dari sisi kandungan gizi, tetapi juga tampilan dan cita rasa.

ADVERTISEMENT

IM, salah satu guru SDN di Kecamatan Dungkek juga mengaku kecewa dengan menu MBG dari SPPG Tarbiyatus Shibyan. Bahkan, kata dia, dirinya bersama sejumlah guru sudah berencana menyampaikan kepada kepala sekolah untuk pindah dapur saja jika tidak ada perubahan.

"Padahal SPPG itu sudah pernah disuspend sama BGN. Lah hari ini menunya aneh lagi. Maksudnya tidak biasa itu," katanya.

Meski demikian hingga berita ini tayang, belum ada keterangan resmi dari kedua belah pihak terkait dengan kondisi tersebut. (*)