“Menunya kelihatan enak dan warnanya juga biasa, jadi anak saya tidak ragu. Saya pun kalau kayak gini pasti mau juga,” timpal wali murid lain berinisial YN.

Perbedaan penyajian ini pun memicu perbandingan di tengah masyarakat. Banyak yang berharap adanya standarisasi menu, tidak hanya dari sisi kandungan gizi, tetapi juga tampilan dan cita rasa.

IM, salah satu guru SDN di Kecamatan Dungkek juga mengaku kecewa dengan menu MBG dari SPPG Tarbiyatus Shibyan. Bahkan, kata dia, dirinya bersama sejumlah guru sudah berencana menyampaikan kepada kepala sekolah untuk pindah dapur saja jika tidak ada perubahan.

"Padahal SPPG itu sudah pernah disuspend sama BGN. Lah hari ini menunya aneh lagi. Maksudnya tidak biasa itu," katanya.

Meski demikian hingga berita ini tayang, belum ada keterangan resmi dari kedua belah pihak terkait dengan kondisi tersebut. (*)

ADVERTISEMENT