Meski demikian, Sukron menuturkan masih terdapat sekitar tiga kilometer ruas Jalan Kedungdung–Bringkoning yang belum mendapatkan pembangunan. Bagian jalan tersebut berada di sekitar perbatasan Desa Batuporo Barat hingga Desa Larlar dan kondisinya masih mengalami kerusakan.

“Kami berharap pembangunan jalan bisa dilanjutkan sampai ke Larlar. Masih ada sekitar tiga kilometer jalan yang kondisinya rusak,” katanya.

Menurutnya, ketika musim hujan tiba, ruas jalan yang belum diperbaiki sering tergenang air dan berlumpur sehingga menyulitkan kendaraan melintas.

Sebaliknya saat musim kemarau, debu dari jalan rusak kerap mengganggu aktivitas warga yang tinggal di sepanjang jalur tersebut.

Sukron menambahkan, sebelum adanya pembangunan jalan, masyarakat sering memilih jalur alternatif yang lebih jauh karena kondisi jalan utama dinilai tidak layak dilalui, terutama bagi kendaraan pengangkut hasil pertanian.

ADVERTISEMENT

Harapan serupa juga disampaikan Ikhsan, seorang sopir truk asal Desa Batuporo Barat. Ia mengaku pembangunan jalan tersebut telah memberikan dampak positif terhadap pekerjaannya sebagai pengangkut barang.

“Saya sangat merasakan manfaat pembangunan jalan ini. Mudah-mudahan pembangunannya dilanjutkan sampai ke arah Bringkoning dan bisa dituntaskan tahun ini,” ujar Ikhsan.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meresmikan Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun 2025 pada 23 Juni 2026 dengan total pembangunan jalan sepanjang 1.151 kilometer di berbagai daerah Indonesia.