MADURA SATU | SAMPANG - Seorang petani lanjut usia berinisial NIMO (70), warga Dusun Nungkesan, Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan, Rabu (30/9/2026).

NIMO diduga dipukul menggunakan benda berupa lenggis besi hingga mengalami luka pada bagian rahang sebelah kiri. Dalam perkara tersebut, polisi mengamankan seorang warga berinisial IH (80), yang juga merupakan petani dan tinggal di wilayah setempat.

Kasi Humas Polres Sampang, Eko Puji Waluyo, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB di Dusun Nungkesan, Desa Tamberu Daya.

Menurut Eko, kejadian bermula ketika korban selesai minum kopi. Setelah itu, korban pergi menuju kandang kambing miliknya untuk memberi makan hewan ternak.

Saat berada di sekitar kandang kambing, korban didatangi IH. Berdasarkan keterangan yang diterima polisi, IH kemudian diduga memukul korban menggunakan lenggis besi ke arah rahang sebelah kiri.

ADVERTISEMENT

“Akibat pukulan tersebut, korban terjatuh tersungkur dan mengalami luka robek pada bagian rahang sebelah kiri,” kata Eko.

Peristiwa itu kemudian diketahui oleh S, anak IH yang berada di lokasi. S berusaha melerai kejadian tersebut. Sementara itu, anak korban berinisial SM langsung memberikan pertolongan kepada NIMO.

Korban kemudian dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis. Luka robek pada bagian rahang sebelah kiri tersebut mendapat perawatan dan korban menjalani tindakan medis dengan sekitar lima jahitan.

Namun, kondisi korban kemudian memburuk. Sekitar pukul 10.00 WIB, NIMO dinyatakan meninggal dunia setelah sebelumnya mendapatkan penanganan medis.

“Korban mengalami luka robek pada bagian rahang sebelah kiri dan mendapatkan penanganan medis dengan kurang lebih lima jahitan. Namun, sekitar pukul 10.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia,” tutur Eko.

ADVERTISEMENT

Setelah menerima laporan kejadian tersebut, anggota Polsek Sokobanah bersama personel SPKT Polres Sampang, Tim Identifikasi dan Opsnal Polres Sampang langsung mendatangi lokasi kejadian.

Petugas kemudian memasang garis polisi di sekitar lokasi. Polisi juga membuat sketsa tempat kejadian perkara (TKP), melakukan pemeriksaan serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.

Penyidik selanjutnya berkoordinasi dengan Satreskrim dan Tim Identifikasi Polres Sampang untuk mendalami perkara tersebut, termasuk rangkaian kejadian yang menyebabkan korban mengalami luka hingga akhirnya meninggal dunia.

Eko mengatakan, motif di balik dugaan penganiayaan tersebut masih dalam proses penyelidikan. Polisi juga masih mendalami keterlibatan IH dalam perkara tersebut.

“Motif masih dalam lidik dan kami melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Eko.(*)

ADVERTISEMENT