MADURA SATU | SAMPANG – Sanggar Kharisma Bahari Production (KBP) Kabupaten Sampang menurunkan lima grup sekaligus dalam Lomba Tari Tradisional se-Madura yang digelar dalam rangkaian Karang Taruna Expo II Tahun 2026, Selasa (22/9/2026) malam.

Lima grup tersebut tampil membawakan tarian berbeda di hadapan dewan juri dan ratusan penonton yang memadati GOR Outdoor Sampang.

Kegiatan yang digelar Karang Taruna Kabupaten Sampang itu menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bhakti Karang Taruna ke-66. Lomba tersebut diikuti sebanyak 25 grup dari sejumlah wilayah di Madura.

Peserta berasal dari beberapa kabupaten, mulai dari Sampang, Pamekasan hingga Sumenep. Mereka tampil dengan membawa karakter dan kreativitas masing-masing dalam mengemas tari tradisional Madura.

Penampilan para peserta berlangsung meriah. Para penari mengenakan busana khas Madura dan membawakan gerakan tari yang tidak hanya mengedepankan unsur estetika, tetapi juga membawa cerita serta nilai budaya.

ADVERTISEMENT

Untuk menentukan hasil perlombaan, penampilan peserta dinilai oleh tiga juri yang memiliki kompetensi di bidang seni tari, yakni A Rahman, Ciki Eva Kristiana dan Roro Jamila.

Ketua Sanggar KBP Sampang, Hermawan Kusumahadi, mengatakan keikutsertaan lima grup dalam ajang tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan para penari muda.

Menurutnya, kompetisi menjadi kesempatan bagi para penari untuk mendapatkan pengalaman tampil di hadapan publik sekaligus mengasah kemampuan mereka.

“Lima grup dari Sanggar KBP kami ikutkan dalam lomba ini. Selain untuk berkompetisi, yang paling penting bagi kami adalah memberikan pengalaman kepada anak-anak untuk tampil dan terus mengembangkan kemampuan mereka di bidang seni tari tradisional,” kata Hermawan.

Kelima grup KBP tampil dengan nomor urut dan pilihan tarian yang berbeda. KBP 1 dengan nomor urut 16 membawakan Tari Kerrabhen Sapeh.

ADVERTISEMENT

Kemudian KBP 2 dengan nomor urut 08 menampilkan Tari Malate Sato'or. Selanjutnya, KBP 3 dengan nomor urut 04 membawakan Tari Pecut.

Sementara itu, KBP 4 dengan nomor urut 18 dan KBP 5 dengan nomor urut 25 sama-sama membawakan Tari Malate Sato'or.

Hermawan menegaskan, keikutsertaan dalam lomba tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar kemenangan. Menurutnya, panggung kompetisi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat seni tradisional Madura.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya bisa menari, tetapi juga memahami bahwa setiap tari tradisional memiliki cerita, filosofi dan identitas budaya. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus digelar dan didukung,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus memberikan ruang bagi para pelaku seni, terutama generasi muda, untuk menunjukkan kemampuan sekaligus belajar melalui kompetisi.

ADVERTISEMENT

Hermawan juga berharap kelima grup yang diturunkan Sanggar KBP dapat meraih hasil terbaik dalam perlombaan tersebut.

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi motivasi bagi para penari muda untuk terus berkarya. Harapan kami grup KBP bisa masuk tiga besar dan semoga bisa juara. Namun, menang atau kalah itu bagian dari proses. Yang terpenting mereka berani tampil, terus belajar dan ikut menjaga seni tradisional Madura,” harapnya. (*)