“Lima grup dari Sanggar KBP kami ikutkan dalam lomba ini. Selain untuk berkompetisi, yang paling penting bagi kami adalah memberikan pengalaman kepada anak-anak untuk tampil dan terus mengembangkan kemampuan mereka di bidang seni tari tradisional,” kata Hermawan.

Kelima grup KBP tampil dengan nomor urut dan pilihan tarian yang berbeda. KBP 1 dengan nomor urut 16 membawakan Tari Kerrabhen Sapeh.

Kemudian KBP 2 dengan nomor urut 08 menampilkan Tari Malate Sato'or. Selanjutnya, KBP 3 dengan nomor urut 04 membawakan Tari Pecut.

Sementara itu, KBP 4 dengan nomor urut 18 dan KBP 5 dengan nomor urut 25 sama-sama membawakan Tari Malate Sato'or.

Hermawan menegaskan, keikutsertaan dalam lomba tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar kemenangan. Menurutnya, panggung kompetisi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat seni tradisional Madura.

ADVERTISEMENT

“Kami ingin anak-anak tidak hanya bisa menari, tetapi juga memahami bahwa setiap tari tradisional memiliki cerita, filosofi dan identitas budaya. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus digelar dan didukung,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus memberikan ruang bagi para pelaku seni, terutama generasi muda, untuk menunjukkan kemampuan sekaligus belajar melalui kompetisi.

Hermawan juga berharap kelima grup yang diturunkan Sanggar KBP dapat meraih hasil terbaik dalam perlombaan tersebut.