Ia mengatakan, Program Makan Bergizi Gratis merupakan program pemerintah yang bertujuan meningkatkan asupan gizi peserta didik.

Karena itu, pelaksanaannya harus dilakukan secara teliti agar seluruh penerima manfaat memperoleh haknya.

"Program ini sangat baik, tetapi pelaksanaannya juga harus profesional. Jangan sampai ada siswa yang tidak kebagian makan hanya karena kesalahan teknis yang sebenarnya dapat dicegah," tegasnya.

Riyadhus meminta pengelola dapur melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemorsian dan distribusi agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Rumah Juang Garuda Emas belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab berkurangnya 35 porsi makanan tersebut.(*)

ADVERTISEMENT