Dengan mata berkaca-kaca dan suara bergetar menahan emosi, Ilham menjawab singkat, “Iya, rindu.”

Jawaban sederhana tersebut membuat suasana acara mendadak hening. Tak lama berselang, layar besar yang terpasang di lokasi menayangkan sebuah video berisi pesan dari Sri Rahayu untuk putranya.

“Selamat wisuda anakku. Selamat wisuda kebanggaan ibu. Jarak mungkin memisahkan kita, tetapi cinta ibu akan selalu menyertaimu, Nak. Tunggu ibu pulang,” ujar Sri Rahayu dalam rekaman video yang diputar di hadapan para hadirin.

Ilham yang menyaksikan tayangan tersebut tampak tak mampu menyembunyikan emosinya. Ia mengira pesan itu dikirim langsung dari Hong Kong sebagai bentuk ucapan selamat atas kelulusannya.

Namun ternyata, kejutan yang disiapkan pihak sekolah belum berakhir. Setelah video selesai diputar, Miftahol Munir meminta Ilham memejamkan mata sejenak sebelum kembali membukanya.

ADVERTISEMENT

“Coba cari ibumu di antara para tamu yang hadir hari ini,” kata Miftahol kepada Ilham.

Perlahan Ilham menatap ke arah kerumunan. Di depan panggung, berdiri seorang perempuan berkerudung kuning yang selama ini hanya bisa ia lihat melalui layar ponsel.

Perempuan tersebut adalah Sri Rahayu yang diam-diam telah pulang ke Indonesia untuk menghadiri wisuda putranya. Melihat sosok ibunya secara langsung setelah belasan tahun, Ilham segera berlari turun dari panggung.