Tangis pun pecah ketika keduanya berpelukan erat. Sri Rahayu dan Ilham sama-sama tak mampu menahan air mata setelah penantian panjang yang akhirnya berakhir dalam satu momen yang tak terlupakan.

Sejumlah guru, wali santri, dan tamu undangan yang menyaksikan peristiwa itu turut larut dalam suasana haru. Banyak di antara mereka terlihat menyeka air mata saat menyaksikan pelukan penuh kerinduan tersebut.

Bagi Ilham, wisuda kali ini bukan sekadar seremoni kelulusan atau penanda berakhirnya masa pendidikan di pesantren.

Hari itu menjadi momen yang mengobati kerinduan panjang kepada sosok ibu yang selama ini hanya hadir melalui suara dan gambar di layar telepon.

Pertemuan yang terjadi di Pondok Pesantren Addurriyah tersebut menjadi bukti bahwa jarak dan waktu tidak mampu menghapus kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.

ADVERTISEMENT

Setelah 14 tahun berpisah, keduanya akhirnya dipertemukan kembali dalam pelukan hangat yang mengundang haru seluruh hadirin.(*)