Formatur menilai, jika situasi ini terus dibiarkan, dampaknya tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan, tetapi juga menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat bagi pelaku industri yang patuh terhadap regulasi.

Dalam pernyataannya, Hendra juga menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dari Bea dan Cukai Madura dalam menjawab berbagai tudingan yang berkembang di masyarakat.

“Negara berpotensi dirugikan dalam jumlah besar. Selain itu, pelaku usaha yang taat aturan justru berada dalam posisi yang tidak adil akibat maraknya praktik ilegal,” tegasnya.

Selain itu, massa aksi menduga adanya pola yang berulang dalam kasus serupa, sehingga memunculkan kecurigaan publik terhadap kemungkinan adanya kelemahan sistem pengawasan atau faktor lain yang belum terungkap.

“Kalau kondisi ini terus berulang, publik tentu bertanya-tanya. Apakah ini murni persoalan teknis atau ada hal lain yang perlu diusut lebih dalam,” katanya lagi.

ADVERTISEMENT

Dalam aksinya, Formatur menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Bea dan Cukai Madura serta mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan secara komprehensif.

Mereka juga meminta adanya langkah konkret dalam penindakan terhadap perusahaan rokok yang diduga terlibat dalam praktik ilegal, guna memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Aksi unjuk rasa ini menjadi sorotan sekaligus peringatan bagi Bea dan Cukai Madura agar segera melakukan pembenahan internal. Jika tidak, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut dikhawatirkan akan terus menurun.(*)