MADURA SATU | PAMEKASAN - Gelombang protes terhadap dugaan praktik ilegal di sektor cukai kembali mencuat di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Forum Mahasiswa Pantura (Formatur) menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu (15/4/2026) dengan menyoroti kinerja Bea dan Cukai Madura.

Aksi tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran publik terkait maraknya peredaran rokok dengan dugaan pita cukai ilegal yang dinilai semakin sulit dikendalikan.

Puluhan mahasiswa turun ke jalan menyuarakan kritik terhadap lembaga yang memiliki peran strategis dalam pengawasan penerimaan negara itu.

Ketua Formatur, Hendra, dalam orasinya menyampaikan bahwa pihaknya menilai Bea dan Cukai Madura belum menunjukkan langkah tegas dalam menindak pelanggaran yang terjadi di lapangan. Ia menyebut lemahnya pengawasan telah membuka ruang bagi praktik ilegal berkembang.

ADVERTISEMENT

“Ini bukan sekadar kelalaian biasa. Kami melihat ada persoalan serius dalam penegakan aturan. Perusahaan rokok yang melanggar justru semakin banyak dan seolah tidak tersentuh,” ujar Hendra di hadapan massa aksi.

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat terkait efektivitas pengawasan yang dilakukan oleh aparat. Ia juga menyoroti dugaan adanya pembiaran terhadap peredaran pita cukai ilegal di wilayah Madura.

“Bagaimana mungkin praktik seperti ini bisa terjadi secara luas tanpa terdeteksi? Kalau pengawasan berjalan optimal, seharusnya hal seperti ini bisa ditekan,” lanjutnya.