MADURA SATU | PAMEKASAN - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Madura. Salah satu mahasiswi Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), berhasil menembus publikasi jurnal bereputasi nasional terindeks SINTA 2 melalui karya ilmiah tugas akhirnya.

Mahasiswi tersebut adalah Nuri Wahda Salsabila Usmany yang sukses menerbitkan hasil penelitiannya dalam jurnal nasional bergengsi. Pencapaian ini tak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mengangkat nama UIN Madura di tingkat akademik nasional.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Tadris IPS memiliki daya saing tinggi dalam dunia akademik, khususnya dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan relevan dengan isu sosial.

Selain itu, publikasi jurnal yang diraih Nuri juga menjadi salah satu syarat kelulusan tanpa skripsi. Hal ini menegaskan bahwa jalur akademik berbasis riset kini semakin diakui sebagai alternatif dalam pendidikan tinggi di Indonesia.

Dalam penelitiannya, Nuri didampingi oleh dosen pembimbing Itaanis Istianah. Keduanya mengangkat topik mengenai interaksi sosial lintas agama di lingkungan kerja, yang dinilai sangat relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk.

ADVERTISEMENT

Penelitian tersebut mengambil studi kasus di Vihara Avalokitesvara Pamekasan, sebuah tempat ibadah umat Buddha yang mempekerjakan pekerja dari berbagai latar belakang agama.

Nuri menjelaskan bahwa penelitian yang ia lakukan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara mendalam dengan pekerja Muslim serta pengunjung non-Muslim, dan dokumentasi lapangan.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial yang terjadi di lingkungan vihara bersifat asosiatif, ditandai dengan adanya kerja sama, akomodasi, serta sikap saling menghormati,” ungkap Nuri, Rabu (1/4/2026).

Ia menambahkan, interaksi yang awalnya dilatarbelakangi kebutuhan ekonomi berkembang menjadi hubungan sosial yang lebih luas dan harmonis. Nilai-nilai seperti toleransi, saling percaya, serta penghormatan terhadap perbedaan agama menjadi fondasi utama dalam interaksi tersebut.

“Para pekerja Muslim menunjukkan sikap adaptif dengan tetap menjaga profesionalitas, komunikasi yang santun, serta memahami batasan saat ritual keagamaan berlangsung,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, ia menilai keterbukaan pihak institusi serta dukungan dari keluarga turut memberikan rasa nyaman bagi para pekerja, sehingga tercipta hubungan sosial yang kuat dan harmonis di lingkungan kerja.

Sementara itu, dosen pembimbing Itaanis Istianah menyampaikan bahwa penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam kajian hubungan antarumat beragama, khususnya dalam konteks kehidupan sehari-hari di tempat kerja.

“Interaksi sosial di lingkungan kerja dapat menjadi ruang nyata dalam membangun toleransi dan harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural,” ujarnya.

Ia berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya melalui penelitian ilmiah yang berkualitas dan relevan dengan isu-isu sosial kontemporer.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FTIK UIN Madura mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan masyarakat yang inklusif dan harmonis,” tegas Itaanis. (*)

ADVERTISEMENT