Ia menambahkan, interaksi yang awalnya dilatarbelakangi kebutuhan ekonomi berkembang menjadi hubungan sosial yang lebih luas dan harmonis. Nilai-nilai seperti toleransi, saling percaya, serta penghormatan terhadap perbedaan agama menjadi fondasi utama dalam interaksi tersebut.

“Para pekerja Muslim menunjukkan sikap adaptif dengan tetap menjaga profesionalitas, komunikasi yang santun, serta memahami batasan saat ritual keagamaan berlangsung,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menilai keterbukaan pihak institusi serta dukungan dari keluarga turut memberikan rasa nyaman bagi para pekerja, sehingga tercipta hubungan sosial yang kuat dan harmonis di lingkungan kerja.

Sementara itu, dosen pembimbing Itaanis Istianah menyampaikan bahwa penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam kajian hubungan antarumat beragama, khususnya dalam konteks kehidupan sehari-hari di tempat kerja.

“Interaksi sosial di lingkungan kerja dapat menjadi ruang nyata dalam membangun toleransi dan harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ia berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya melalui penelitian ilmiah yang berkualitas dan relevan dengan isu-isu sosial kontemporer.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FTIK UIN Madura mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan masyarakat yang inklusif dan harmonis,” tegas Itaanis. (*)