MADURA SATU | PAMEKASAN - Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan kembali menorehkan langkah internasional dengan memberangkatkan salah satu mahasiswa terbaiknya untuk menjalankan program pengabdian di Jepang selama kurang lebih tiga bulan.

Program ini menjadi bagian dari kerja sama luar negeri yang difokuskan pada pembinaan keislaman dan pemberdayaan komunitas Muslim diaspora.

Prosesi serah terima mahasiswa dilaksanakan di kantor Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Jepang yang berlokasi di Kompleks Masjid NU Attaqwa Koga, Ibaraki.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PCINU Jepang K. Ach. Ghazali, Ph.D, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid K. Ismail, Ketua Lembaga Perekonomian Ustaz Yuanas, serta Rektor UIM. Acara juga disaksikan puluhan jamaah usai pelaksanaan salat Tarawih.

Secara simbolis, mahasiswa UIM diterima oleh Ketua DKM Masjid Indonesia Ueda, Ariesta Kurnia. Momen ini menjadi penanda terjalinnya kolaborasi antara perguruan tinggi Islam di Indonesia dengan komunitas Muslim yang berada di Negeri Sakura.

ADVERTISEMENT

Rektor UIM Pamekasan, Dr. Ahmad, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa program ini tidak sebatas agenda Ramadan, melainkan juga mencakup penguatan dakwah dan pembinaan umat di wilayah Nagano dan sekitarnya.

“Kami telah memberangkatkan mahasiswa terbaik pada Sabtu, 21 Februari lalu sekitar pukul 18.00 waktu setempat untuk mengabdi selama tiga bulan di Jepang,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, pengabdian internasional tersebut merupakan wujud komitmen UIM dalam mengimplementasikan pendidikan berbasis dakwah dan pemberdayaan masyarakat dalam skala global.

Kehadiran mahasiswa di tengah komunitas Muslim minoritas di Jepang diharapkan menjadi sarana pembelajaran langsung sekaligus kontribusi nyata bagi penguatan jejaring kelembagaan UIM di tingkat internasional.

Kehadiran mahasiswa di tengah komunitas Muslim minoritas di Jepang diharapkan menjadi sarana pembelajaran langsung sekaligus kontribusi nyata bagi penguatan jejaring kelembagaan UIM di tingkat internasional.

ADVERTISEMENT