Ia menyebut Arif sebagai sosok yang banyak memberikan pelajaran dan inspirasi dalam aktivitas sosial.

"Bapak Arif itu guru saya. Saya masih perlu banyak belajar kepada beliau. Hanya ada sedikit miskomunikasi saja. Harapan kami, apabila suatu program sudah dibantu sepenuhnya, kiranya tidak perlu lagi membuka donasi terbuka untuk program yang sama," tuturnya.

Ali memastikan komunikasi dan silaturahmi dengan pihak Griya Lansia Malang tetap diupayakan berjalan baik.

Menurutnya, tujuan utama seluruh pihak tetap sama, yakni memberikan pelayanan terbaik bagi para lansia dan anak yatim yang menjadi penerima manfaat.

Ia juga menyampaikan bahwa kebijakan mengabadikan nama kedua orang tuanya pada sejumlah fasilitas sosial telah lama diterapkan Yayasan Bani Insan Peduli di berbagai daerah sebagai bagian dari filosofi yayasan.

ADVERTISEMENT

Beberapa fasilitas yang telah dibangun atau didukung penuh oleh Yayasan Bani Insan Peduli dengan menggunakan nama mendiang orang tuanya antara lain Istana Tahfidz Ainun Bani di Majalengka, Dapur Ainun di Cirebon, Asrama Tahfidz Ainun Bani di Pacet, Sidoarjo, Masjid BANI di Lamongan, Asrama Umar Syarif di Wonoagung Pondok Rimba, serta Mushalla Ainun Bani di Badur, Kabupaten Sumenep.

"Harapan kami, komunikasi tetap terjalin dengan baik sehingga seluruh ikhtiar kemanusiaan dapat terus berjalan demi kemaslahatan para lansia, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan," pungkas Ali. (*)