MADURA SATU | JAKARTA - Timnas Indonesia harus puas finis sebagai runner-up dalam ajang FIFA Series 2026 setelah kalah tipis 0-1 dari Bulgaria pada partai final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026) malam WIB.

Kekalahan tersebut ditentukan oleh gol tunggal Bulgaria yang dicetak Marin Petkov pada menit ke-38 melalui eksekusi penalti. Hasil ini memastikan skuad Garuda berada di posisi kedua, meski tampil cukup menjanjikan sepanjang turnamen.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan responsnya usai pertandingan. Ia mengaku tidak terlalu kecewa dengan hasil tersebut dan justru melihat banyak hal positif dari performa tim nasional.

“Saya tidak terlalu kecewa. Permainan anak-anak sudah menunjukkan kualitas yang berkembang,” ujar Erick Thohir usai laga.

Secara permainan, Timnas Indonesia tampil agresif dan lebih dominan dalam menyerang. Tim asuhan John Herdman mampu menekan pertahanan Bulgaria meski belum berhasil mencetak gol balasan.

ADVERTISEMENT

Erick Thohir menilai laga ini menjadi momentum penting bagi perkembangan tim. Menurutnya, menghadapi tim kuat seperti Bulgaria memberikan pengalaman berharga bagi para pemain.

“Bulgaria bukan tim sembarangan. Mereka pernah menjadi semifinalis Piala Dunia 1994, jadi ini ujian yang sangat baik untuk kita,” katanya.

Meski kalah, performa Indonesia dinilai cukup impresif. Selama 90 menit pertandingan, skuad Garuda mampu memberikan perlawanan sengit dan menciptakan sejumlah peluang.

“Secara permainan kita tidak kalah. Bahkan kita bisa menekan mereka, hanya saja efektivitas yang masih perlu ditingkatkan,” ucap Erick.

Ia juga menekankan bahwa tim nasional harus belajar dari gaya bermain Bulgaria yang dinilai lebih efisien dalam memanfaatkan peluang.

ADVERTISEMENT

“Kita bisa belajar dari mereka, terutama soal efektivitas dan mental juara,” tambahnya.

Turnamen FIFA Series 2026 ini sekaligus menjadi bagian dari era baru kepelatihan John Herdman yang mulai menangani Timnas Indonesia sejak Januari 2026. Dalam dua laga terakhir, Indonesia berhasil menang 4-0 atas St. Kitts and Nevis sebelum akhirnya kalah di final.

Erick menilai Herdman sudah mulai membawa perubahan positif dalam permainan tim nasional, meski masih membutuhkan proses untuk mencapai level yang lebih tinggi.

“Pelatih sudah melakukan transformasi yang cukup baik. Tinggal bagaimana ke depan kita susun program lanjutan bersama tim pelatih,” jelasnya.

Setelah turnamen ini, para pemain Timnas Indonesia akan kembali ke klub masing-masing untuk melanjutkan kompetisi domestik maupun internasional.

ADVERTISEMENT

Agenda terdekat Timnas Indonesia selanjutnya adalah FIFA Matchday yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mendatang.

“Ke depan kita akan diskusikan dengan BTN dan tim pelatih terkait program berikutnya agar performa tim semakin meningkat,” tutup Erick Thohir. (*)