“Secara permainan kita tidak kalah. Bahkan kita bisa menekan mereka, hanya saja efektivitas yang masih perlu ditingkatkan,” ucap Erick.

Ia juga menekankan bahwa tim nasional harus belajar dari gaya bermain Bulgaria yang dinilai lebih efisien dalam memanfaatkan peluang.

“Kita bisa belajar dari mereka, terutama soal efektivitas dan mental juara,” tambahnya.

Turnamen FIFA Series 2026 ini sekaligus menjadi bagian dari era baru kepelatihan John Herdman yang mulai menangani Timnas Indonesia sejak Januari 2026. Dalam dua laga terakhir, Indonesia berhasil menang 4-0 atas St. Kitts and Nevis sebelum akhirnya kalah di final.

Erick menilai Herdman sudah mulai membawa perubahan positif dalam permainan tim nasional, meski masih membutuhkan proses untuk mencapai level yang lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

“Pelatih sudah melakukan transformasi yang cukup baik. Tinggal bagaimana ke depan kita susun program lanjutan bersama tim pelatih,” jelasnya.

Setelah turnamen ini, para pemain Timnas Indonesia akan kembali ke klub masing-masing untuk melanjutkan kompetisi domestik maupun internasional.

Agenda terdekat Timnas Indonesia selanjutnya adalah FIFA Matchday yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mendatang.