Namun persoalan tak berhenti pada dugaan kabel lecet. Dari pantauan di lapangan selama proyek berlangsung, sejumlah pekerja terlihat beraktivitas tanpa alat pelindung diri (APD) memadai.

Helm proyek, sarung tangan isolasi, maupun perlindungan standar kelistrikan tak selalu tampak digunakan.

Seorang nasabah Bank Jatim berinisial K mengaku kerap melihat langsung kondisi tersebut saat bertransaksi.

“Saya beberapa kali ke bank saat proses perbaikan. Yang saya lihat, ada pekerja yang tidak pakai helm proyek atau sarung tangan. Kalau memang kerjaannya berisiko, seharusnya dilengkapi APD,” ujarnya.

Proyek berjalan berdampingan dengan layanan perbankan aktif. Artinya, aktivitas para pekerja mudah terlihat publik. Jika benar ada pekerja tanpa perlindungan standar, maka pengawasan keselamatan patut dipertanyakan.

ADVERTISEMENT

Pihak Bank Jatim Sumenep menyatakan proyek perbaikan interior dikerjakan oleh vendor dari Surabaya. Bagian Umum Bank Jatim Sumenep, Melli, mengatakan manajemen masih menunggu laporan lengkap dari pelaksana.

“Karena ini dikerjakan oleh vendor dari Surabaya, kami masih menunggu laporan lengkap dari pihak pelaksana. Nanti kami koordinasikan dulu untuk memastikan kronologinya,” ujarnya.

Jawaban tersebut menempatkan vendor sebagai pelaksana teknis. Namun dalam praktik konstruksi, tanggung jawab keselamatan kerja tidak sepenuhnya berhenti di kontraktor.