Tak berhenti di situ, korban diduga kembali mengalami sejumlah tindakan kekerasan. Pakaian dalam korban ditarik hingga robek dan terlepas. Korban kemudian diduga disiram sambal pada bagian wajah dan tubuh sebelum diseret keluar dari ruang praktik.

“Aksi tersebut direkam dan video kejadian kemudian diduga disebarkan melalui media sosial hingga menjadi viral,” tutur Eko.

Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami rasa sakit pada bagian kepala, leher belakang, dan pergelangan tangan kanan. Korban juga mengaku merasakan panas pada bagian kemaluan selama kurang lebih dua hari.

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dalam penanganan perkara tersebut. Di antaranya satu buah jubah perempuan warna krem yang terdapat bekas siraman sambal, satu buah pakaian dalam warna abu-abu yang robek, serta rekaman video kejadian.

Tiga orang telah dilaporkan sebagai terlapor. Mereka masing-masing berinisial H (29), seorang tenaga kesehatan di wilayah Desa Bira Barat; S (45), yang disebut sebagai ibu kandung H; serta H (25), warga Kecamatan Ketapang.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Eko mengatakan polisi telah melakukan sejumlah langkah untuk menindaklanjuti video dugaan penyiksaan yang viral tersebut.

“Polsek Ketapang telah mendatangi tempat kejadian perkara, menerima laporan dan melakukan koordinasi dengan Satreskrim Polres Sampang,” pungkas Eko.(*)