MADURA SATU | SAMPANG - Warga Dusun Malakah, Desa Komis, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dikejutkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia tergantung di pohon mangga pada Sabtu pagi (9/5/2026).

Korban diketahui berinisial R (38), warga setempat. Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar setelah jasad korban ditemukan di area dekat persawahan desa.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB oleh seorang warga yang hendak pulang dari sawah. Saksi awal mengaku terkejut melihat tubuh korban tergantung di sebuah pohon mangga.

Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada perangkat desa setempat sebelum diteruskan ke pihak kepolisian untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Kapolres Sampang AKBP Hartono melalui Kasi Humas Polres Sampang Ipda Eko Puji Waluyo membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi langsung mendatangi lokasi usai menerima laporan dari masyarakat.

ADVERTISEMENT

“Korban diketahui oleh warga sekitar pukul 09.00 WIB saat warga hendak pulang dari sawah,” ujar Ipda Eko Puji Waluyo kepada wartawan, Sabtu (9/5/2026).

Setelah menerima informasi tersebut, petugas dari Tim Identifikasi Satreskrim Polres Sampang bersama tenaga medis dari puskesmas setempat langsung melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

“Melalui Tim Identifikasi Satreskrim dan tenaga medis dari puskesmas setempat langsung melakukan pemeriksaan di TKP,” katanya.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan ataupun bekas penganiayaan pada tubuh korban. Polisi menduga korban meninggal dunia akibat gantung diri.

“Dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, pihak keluarga korban memilih menolak proses hukum lanjutan maupun autopsi. Keluarga juga telah membuat surat pernyataan resmi terkait penolakan tersebut.

“Keluarga korban menolak proses hukum lanjut dan sudah sepakat melalui tanda tangan yang disepakati,” pungkas Eko.(*)