MADURA SATU | SAMPANG - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada tahun 2025 mengalokasikan anggaran dari APBN untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sampang

Salah satu program yang dijalankan adalah Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) yang menyasar Desa Taman dan Desa Sreseh, Kecamatan Sreseh.

Program tersebut direalisasikan dalam bentuk pembangunan jalan rabat beton yang diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pedesaan.

Berdasarkan informasi yang tertera di papan proyek di lokasi, kegiatan itu berada di bawah Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Jawa Timur, dengan pelaksanaan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Wilayah I Provinsi Jawa Timur.

Pekerjaan pembangunan jalan tersebut menggunakan skema swakelola tipe IV dengan pelaksana Kelompok Kerja Sama Antar Desa (KKAD) PISEW Koncang Jaya. Total anggaran yang digelontorkan untuk proyek ini mencapai Rp500 juta.

ADVERTISEMENT

Namun, proyek yang baru selesai dikerjakan sekitar tiga bulan lalu itu justru menuai keluhan dari masyarakat. Kondisi jalan beton yang dibangun dinilai tidak sesuai harapan karena sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Pantauan di lapangan pada Jumat (3/4/2026) menunjukkan bahwa jalan rabat beton yang menghubungkan Desa Taman dan Desa Sreseh tersebut telah mengalami retak memanjang, baik di bagian sisi maupun hingga ke tengah badan jalan.

Sejumlah warga menilai kerusakan tersebut mengindikasikan rendahnya kualitas pekerjaan sejak awal pelaksanaan, bahkan diduga tidak sesuai dengan petunjuk teknis yang seharusnya diterapkan.

“Retaknya sudah muncul sekitar satu bulan setelah pekerjaan selesai, sampai sekarang belum ada perbaikan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (3/4/2026).

Warga itu juga menyebutkan bahwa proyek tersebut dikelola oleh kelompok yang dipimpin oleh seorang warga Desa Taman.

ADVERTISEMENT

“Ketua kelompoknya Pak Jamali dari Desa Taman,” tambahnya.

Keterangan serupa juga disampaikan oleh sumber lain yang menguatkan bahwa pelaksana kegiatan tersebut adalah seorang pria berinisial MJ alias Moh Jamali.

“Itu pelaksananya Moh Jamali, orang Desa Taman,” kata sumber lain kepada wartawan.

Sementara itu, Ketua KKAD PISEW Koncang Jaya, Moh. Jamali, hingga kini belum memberikan penjelasan resmi terkait kondisi proyek yang mengalami kerusakan tersebut.

Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh wartawan melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon, namun yang bersangkutan belum memberikan respons hingga berita ini diterbitkan.

ADVERTISEMENT

Pihak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pelaksana proyek guna mendapatkan keterangan lebih lengkap terkait dugaan masalah kualitas pekerjaan tersebut. (*)