“Minimal pakai wadah plastik mika biar lebih layak. Jangan asal-asalan seperti ini,” tegas Jufi saat dikonfirmasi, Rabu (1/4/2026).

Ia juga mendesak pihak terkait, khususnya Satgas MBG di Kabupaten Sampang, untuk segera melakukan evaluasi terhadap pengelolaan dapur SPPG At-Taufiq yang bertanggung jawab atas distribusi tersebut.

“Harus ada evaluasi, supaya ke depan tidak terulang lagi dan program ini benar-benar bermanfaat sesuai tujuannya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) At-Taufiq Robatal, Solihin, membantah tudingan bahwa pihaknya melanggar standar operasional prosedur.

“Dari kami pengiriman tetap pakai ompreng sesuai SOP. Soal video itu, itu inisiatif warga sendiri yang memindahkan makanan ke keranjang,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Solihin menegaskan bahwa pihaknya telah mengikuti aturan terbaru dari Badan Gizi Nasional, di mana seluruh menu MBG harus berupa makanan siap santap dan didistribusikan menggunakan ompreng.

“Kami tidak menyediakan wadah lain selain ompreng. Semua distribusi dari dapur sampai ke kader posyandu tetap menggunakan ompreng,” pungkasnya. (*)