MADURA SATU | SAMPANG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Rongtengah 2, Kabupaten Sampang, menuai sorotan setelah ditemukan ikan bandeng yang diduga tidak layak konsumsi dalam paket makanan yang dibagikan kepada siswa.

Keluhan ini pertama kali disampaikan oleh sejumlah orang tua murid setelah anak mereka membawa pulang paket MBG dari sekolah. Saat diperiksa, salah satu paket makanan diketahui berisi ikan bandeng yang sudah mengeluarkan bau tidak sedap, bahkan ditemukan ulat pada bagian ikan tersebut.

Temuan tersebut kemudian ramai diperbincangkan publik setelah video yang memperlihatkan kondisi ikan itu beredar luas di media sosial.

Salah satu wali murid berinisial F membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa ikan bandeng yang ditemukan berulat berasal dari paket makanan milik teman anaknya yang duduk di kelas 2.

“Video yang beredar itu benar. Ikan yang ada ulatnya milik teman anak saya. Sementara ikan yang diterima anak saya juga tidak layak karena baunya sudah busuk,” ungkap F saat dikonfirmasi pada Senin (9/3/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, ikan bandeng tersebut merupakan bagian dari menu MBG yang dibagikan kepada para siswa pada hari itu. Ia berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi terhadap dapur penyedia makanan yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Menu yang bermasalah itu ikan bandeng. Kami berharap pihak penyelenggara segera mengevaluasi dapur penyedia atau SPPG agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

Ia juga menilai, makanan yang tidak layak konsumsi sangat berbahaya bagi kesehatan anak-anak apabila sampai dimakan.

“Kalau kondisinya seperti itu, bukan menambah gizi tapi justru bisa menimbulkan penyakit,” katanya.

Dalam satu paket MBG yang diterima siswa, terdapat beberapa jenis makanan seperti roti, susu, buah jeruk, puding, serta lauk ikan bandeng. Namun, dari seluruh menu tersebut, ikan menjadi bagian yang dipersoalkan karena diduga sudah rusak.

ADVERTISEMENT

Para orang tua murid berharap ada perbaikan dalam sistem pengolahan maupun distribusi makanan agar kualitas menu yang diberikan kepada siswa tetap terjaga.

“Semoga ke depan bisa diperbaiki dan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tambahnya.

“Semoga ke depan bisa diperbaiki dan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tambahnya.