Kehadiran para alumni tersebut menunjukkan kuatnya hubungan batin antara guru dan murid yang tetap terjaga meski para pendidik telah wafat.

Selain sebagai momentum spiritual, kegiatan ini juga menjadi ajang refleksi perjalanan pendidikan di Pondok Pesantren Mansyaul Ulum. Sejak tahun 2021, pesantren tersebut mulai mengembangkan sistem pendidikan formal yang terintegrasi, mulai dari tingkat PAUD, MI, MTs/SMP, MA hingga SMK.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Mansyaul Ulum, KH Mohammad Munir, mengatakan bahwa perkembangan lembaga pendidikan itu tidak terlepas dari perjuangan dan keikhlasan para masyayikh terdahulu.

“Peran alumni dan dukungan para wali santri menjadi kekuatan bagi kami untuk terus melanjutkan perjuangan pendidikan, agar mampu melahirkan generasi yang unggul dalam akhlak dan intelektual,” ungkapnya.

“Peran alumni dan dukungan para wali santri menjadi kekuatan bagi kami untuk terus melanjutkan perjuangan pendidikan, agar mampu melahirkan generasi yang unggul dalam akhlak dan intelektual,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT