Selain itu, pasangan batu tampak minim adukan mortar atau campuran semen dan pasir.

Temuan visual tersebut belum cukup untuk memastikan jenis maupun mutu material yang digunakan. Karena itu, pemeriksaan teknis diperlukan untuk mengetahui apakah bahan konstruksi dan komposisi adukan telah memenuhi spesifikasi pekerjaan.

Di tengah munculnya sejumlah pertanyaan itu, identitas pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek juga menjadi perhatian.

Seorang warga setempat menyebut pembangunan plengsengan tersebut bersumber dari dana BK Pemprov Jatim dan dikaitkan dengan Kepala Desa Robatal.

“Itu proyek BK milik Pak Klebun (Kades) Robatal,” ujar warga tersebut.

ADVERTISEMENT

Pernyataan warga itu menjadi informasi awal yang perlu diklarifikasi, bukan kesimpulan mengenai pihak yang secara resmi bertanggung jawab atas proyek.

Kepastian mengenai pelaksana, nilai anggaran, volume pekerjaan, serta spesifikasi konstruksi perlu ditelusuri melalui dokumen proyek.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Kepala Desa Robatal, Atyadi, mengaku belum memahami secara terperinci proyek tersebut. Ia beralasan baru menerima surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai Pj Kepala Desa Robatal.