“Tinggal nunggu sampai 100 orang atau 150 sehingga yang membawa tidak rugi. Setelah kita sudah mencapai target, baru kita ajukan dan alhamdulillah langsung ditindaklanjuti,” paparnya.

Salah satu penerima manfaat adalah Qomariyah, mahasiswi asal Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, yang menerima bantuan kaki palsu. Bantuan tersebut menjadi harapan baru baginya untuk kembali menjalani aktivitas dan melanjutkan pendidikan setelah mengalami amputasi akibat kecelakaan pada tahun 2023.

Selain bantuan kaki palsu, kursi roda juga diberikan kepada warga lanjut usia dan penderita stroke. Sementara sejumlah warga lain menerima alat bantu jalan untuk menunjang mobilitas akibat kondisi fisik yang dialami.

Secara keseluruhan, sebanyak 116 unit bantuan fisik disalurkan dalam kegiatan tersebut. Bantuan terdiri dari 103 unit kursi roda standar, 2 unit kursi roda cerebral palsy (CP), 3 buah kaki palsu, 4 buah tripod, 1 unit walker, 2 pasang kruk ketiak, dan 1 buah tongkat kaki.

Perwakilan Kementerian Sosial RI, Windasari Anggita Putri, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat perlindungan sosial melalui Program ATENSI agar bantuan yang diberikan dapat menjangkau penerima manfaat secara tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

Menurut Windasari, kolaborasi dan komunikasi antara pemerintah pusat, wakil rakyat, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan kelompok rentan dapat ditindaklanjuti melalui program yang tersedia.

Hj. Ansari berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu aktivitas sehari-hari penerima, tetapi juga mampu menumbuhkan kembali semangat mereka dalam menjalani kehidupan.

“Semoga diterimanya nanti benar-benar bermanfaat untuk Bapak Ibu semuanya. Sehingga senantiasa bisa menambah semangat untuk menjalani hidup ini,” pungkasnya. (*)