Hj. Ansari menilai seluruh peserta didik harus mendapatkan kasih sayang yang sama dari guru, meskipun pendekatan yang diterapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.

Dalam pemaparannya, alumnus Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan itu juga menekankan bahwa pendidikan karakter paling efektif dibangun sejak jenjang pendidikan usia dini, mulai dari Tempat Penitipan Anak (TPA), Kelompok Bermain (KB), hingga Taman Kanak-kanak (TK).

"Penentu karakter itu dimulai sejak TPA, KB, dan TK. Ketika anak masuk SD dengan karakter yang baik, itu merupakan hasil kerja keras guru-guru pendidikan usia dini yang telah meletakkan fondasi kepribadiannya," ungkapnya.

Menurut Hj. Ansari, pendidikan karakter tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sekolah. Diperlukan kolaborasi yang erat antara guru dan orang tua agar anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berakhlak, dan memiliki mental yang kuat.

"Sekolah dan orang tua harus berjalan bersama. Anak tidak hanya membutuhkan ilmu, tetapi juga doa, perhatian, keteladanan, dan lingkungan yang mendukung agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan membanggakan bangsa," tutup Hj. Ansari. (*)

ADVERTISEMENT