MADURA SATU | PAMEKASAN - Suasana purnawiyata Yayasan Kholid bin Walid Pondok Pesantren Addurriyah di Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Senin (22/6/2026), berubah menjadi momen penuh haru yang menyentuh ribuan tamu undangan.

Sebuah pertemuan antara ibu dan anak yang telah terpisah selama 14 tahun menjadi sorotan dalam acara tersebut.

Momen emosional itu dialami oleh Ilham Andrian Dasilva, siswa kelas XII Madrasah Aliyah (MA) Addurriyah yang selama bertahun-tahun harus menjalani hidup tanpa kehadiran langsung sang ibu di sisinya.

Sejak masih kecil, Ilham hanya bisa berkomunikasi dengan ibunya, Sri Rahayu, melalui sambungan telepon dan video call. Sri Rahayu diketahui bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membiayai pendidikan putranya.

Keputusan merantau membuat Sri Rahayu harus mengorbankan banyak waktu bersama keluarga. Selama 14 tahun, kerinduan antara ibu dan anak itu hanya terobati melalui percakapan jarak jauh.

ADVERTISEMENT

Pada acara wisuda tersebut, Ilham hadir seperti wisudawan lainnya tanpa mengetahui bahwa pihak sekolah telah menyiapkan kejutan istimewa untuknya.

Saat namanya dipanggil ke atas panggung, Ilham didampingi Kepala MA Addurriyah, Miftahol Munir. Dalam kesempatan itu, Miftahol mengajak Ilham berbincang di hadapan para wali santri dan tamu undangan yang memadati lokasi acara.

“Apakah kamu rindu ibu?” tanya Miftahol Munir kepada Ilham di atas panggung.