Selanjutnya, dilakukan pembayaran kedua sebesar Rp30 juta ke rekening yang sama hingga total mencapai Rp50 juta.

Dana tersebut, kata dia, ditujukan untuk program keberangkatan haji plus dengan estimasi keberangkatan tahun 2025.

Namun dalam perjalanannya, pihak PT Solution Indonesia disebut mengalami persoalan internal setelah kepala cabang atas nama Ika Yuniasih meninggal dunia akibat kecelakaan di ruas Tol Solo–Ngawi pada Mei 2023.

Peristiwa itu, menurut Fajar, berdampak besar terhadap manajemen perusahaan hingga sejumlah calon jemaah promo haji plus gagal diberangkatkan.

“Travel ini menjadi amburadul setelah kepala cabang meninggal. Dampaknya bukan hanya satu orang, tetapi sejumlah jamaah promo juga gagal berangkat,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Fajar menyebut pihak NQ telah berupaya membantu mencarikan solusi agar Warits tetap dapat berangkat haji melalui travel lain pada tahun 2024.

Namun, terdapat tambahan biaya yang harus dibayarkan karena perpindahan program keberangkatan tersebut.

“Sudah ditawarkan solusi agar tetap bisa berangkat melalui travel lain, tetapi ada tambahan biaya sekitar Rp125 juta. Itu karena program sebelumnya bermasalah ditingkat cabang,” ujarnya.