MADURA SATU | PAMEKASAN - Sebuah peristiwa unik terjadi di Kabupaten Pamekasan, Madura, ketika sepasang orang tua memberikan nama anaknya terinspirasi tokoh politik Iran, Mojtaba Khamenei, yang dikenal sebagai figur berpengaruh dalam pemerintahan negara tersebut.

Peristiwa itu terjadi dalam acara tasyakuran kelahiran dan aqiqah yang digelar sederhana oleh keluarga bayi pada akhir April 2026.

Dalam acara tersebut, tampak sebuah banner bertuliskan nama lengkap sang bayi, yakni Mojtaba Khamenei Ibnu Taufiq, yang lahir pada 27 April 2026.

Orang tua bayi menjelaskan bahwa pemilihan nama tersebut bukan tanpa alasan. Mereka mengaku terinspirasi oleh sosok Mojtaba Khamenei yang dinilai memiliki pengaruh besar dalam politik Iran.

“Kami memang terinspirasi dari tokoh Iran tersebut. Menurut kami, beliau adalah sosok yang tegas dan berpengaruh,” ujar salah satu anggota keluarga saat ditemui di lokasi acara. Sabtu, 2 Mei, 2026.

ADVERTISEMENT

Ia menuturkan, nama yang diberikan kepada sang anak bukan sekadar identitas, melainkan juga doa dan harapan untuk masa depan. Orang tua berharap anaknya kelak tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan bermanfaat.

“Nama ini adalah doa kami. Semoga anak kami bisa menjadi pribadi yang kuat, berilmu, dan berguna bagi agama serta bangsa,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Mojtaba Khamenei dikenal sebagai tokoh ulama sekaligus politikus Iran yang kini menjabat sebagai pemimpin tertinggi negara tersebut sejak 2026, menggantikan ayahnya.

Acara tasyakuran berlangsung khidmat dengan dihadiri keluarga besar dan kerabat dekat. Selain doa bersama, prosesi aqiqah juga dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran sang bayi.

Fenomena pemberian nama tokoh dunia ini pun menjadi perhatian warga sekitar. Tidak sedikit masyarakat yang menilai hal tersebut sebagai bentuk ekspresi kekaguman sekaligus harapan besar orang tua terhadap masa depan anaknya.

ADVERTISEMENT

“Ini jarang terjadi di sini. Nama tokoh luar negeri dipakai, tentu jadi perhatian warga,” kata salah satu warga yang hadir.

Namun demikian, tokoh masyarakat setempat mengingatkan bahwa nama hanyalah bagian awal dari perjalanan hidup seseorang. Pendidikan dan pembentukan karakter tetap menjadi hal yang paling utama.

“Nama itu doa, tapi yang terpenting adalah bagaimana orang tua mendidik anaknya agar berakhlak baik,” tuturnya.

Peristiwa ini menjadi gambaran bahwa pemberian nama tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga cerminan inspirasi, nilai, serta harapan besar orang tua terhadap masa depan buah hati mereka. (*)