Ia juga menyinggung simbol busana sakera merah putih yang dikenakan dalam kegiatan tersebut sebagai lambang keberanian dan keikhlasan dalam menjaga solidaritas.

Sementara itu, pengusaha tembakau Khairul Umam yang dikenal sebagai Haji Her menegaskan pentingnya sinergi antara pengusaha, ulama, dan pemerintah desa dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah.

“Kami hanya berpesan, jangan ada pertengkaran. Kalau semua rukun, pembangunan akan lebih mudah,” tegasnya.

Acara kemudian ditutup dengan pembacaan salawat nariyah yang dipimpin Ketua PCNU Pamekasan KH Muchlis Nasir, serta doa bersama yang dipanjatkan oleh KH Abdul Majid bin Muddatstsir.(*)