PAMEKASAN - Aksi unjuk rasa kembali menghangatkan halaman Kantor Bupati Pamekasan. Kamis (29/1/2026), massa yang tergabung dalam Barisan Masyarakat Madura (BMM) datang membawa isu sensitif yang langsung menyasar lingkar dalam kekuasaan bupati.

Dalam orasi terbuka, BMM menyoroti dugaan adanya intervensi pihak keluarga bupati, yang oleh massa disebut dengan istilah “Nang Ning Nong”, dalam urusan pemerintahan hingga proyek-proyek strategis daerah.

Ketua BMM, Sujai, menyebut dugaan tersebut bukan sekadar isu liar, melainkan berdasarkan informasi yang mereka kumpulkan dari sejumlah sumber internal pemerintahan.

“Kami menemukan indikasi adanya peran aktif pihak terdekat bupati yang diduga ikut mengatur kebijakan, proyek fisik, hingga konsultan pekerjaan di beberapa dinas,” ujar Sujai di hadapan massa aksi.

Menurutnya, salah satu yang disorot adalah dugaan keterlibatan istri kedua Bupati Pamekasan, yang oleh demonstran dijuluki Nang Ning Nong, dalam proses pengambilan keputusan di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

ADVERTISEMENT

BMM mengklaim, dugaan intervensi tersebut mencakup pengaturan konsultan pembangunan fasilitas kesehatan, pekerjaan fisik di dinas lingkungan hidup, hingga proyek pendidikan melalui pihak-pihak tertentu yang disebut sebagai orang kepercayaan.

Tak hanya soal proyek, massa juga menyinggung mutasi jabatan eselon III yang dalam waktu dekat akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Pamekasan. BMM mencurigai adanya tim khusus yang disebut-sebut mengoordinir lobi jabatan.

“Kami menduga ada keterlibatan orang-orang dekat bupati dalam mengatur siapa yang akan mengisi posisi strategis. Bahkan, muncul isu adanya tarif jabatan,” kata Sujai.