PAMEKASAN – Sejak dibukanya Posko Pengaduan BPJS Nonaktif oleh organisasi Mahasiswa dan Rakyat Merdeka (Mahardika) di depan Pendopo Ronggosukowati Pamekasan pada Rabu (3/12/2025), puluhan warga mulai berdatangan untuk menyampaikan keluhan terkait pemblokiran dan penonaktifan kartu BPJS Kesehatan mereka.

Posko ini dibuka sebagai bentuk kepedulian sosial Mahardika terhadap masyarakat miskin yang kehilangan akses layanan kesehatan gratis akibat kebijakan pengurangan peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

Ketua Mahardika, Iwan CH, mengatakan sejak hari pertama posko dibuka, laporan warga terus berdatangan bahkan hingga malam hari.

“Kami buka posko sampai malam karena banyak warga yang datang setelah pulang kerja. Mereka rata-rata mengeluh kartu BPJS-nya tiba-tiba tidak bisa digunakan di Puskesmas,” ujar Iwan CH, Jumat (5/12/2025) malam.

Menurutnya, sebagian besar warga yang datang merupakan peserta lama BPJS PBID yang tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya mengenai penonaktifan kartu.

ADVERTISEMENT

“Mereka kaget dan bingung, karena selama ini bergantung pada layanan BPJS. Kami tampung semua data dan akan kami teruskan ke pihak terkait,” imbuhnya.

Posko tersebut menjadi wadah bagi masyarakat terdampak kebijakan pengurangan 86.460 peserta BPJS PBID pada tahun 2026 mendatang.

Iwan menegaskan, langkah ini bukan hanya bentuk solidaritas sosial, tetapi juga tekanan moral kepada pemerintah daerah agar tidak mengabaikan hak dasar masyarakat kecil.