Rekening yang diperlihatkan merupakan rekening BNI milik ibu Dendi. Saat itu, saldo di rekening tersebut sekitar Rp4,5 juta.

Menurut Dendi, calon pembeli kemudian meminta QRIS BNI yang terkait dengan rekening tersebut diperlihatkan melalui kamera.

“Terus dia minta QRIS BNI. Baru dilihatkan, nggak sampai lima detik, teleponnya langsung dimatikan,” ungkapnya.

Setelah sambungan video call terputus, Dendi mengecek rekening tersebut. Ia mendapati saldo yang sebelumnya sekitar Rp4,5 juta telah berkurang drastis.

Berdasarkan bukti transaksi yang diperlihatkan Dendi, pada 1 Oktober 2026 pukul 12.22.23 WIB, tercatat transaksi keluar sebesar Rp4.141.414. Sebelumnya juga tercatat transaksi sebesar Rp333.333.

ADVERTISEMENT

Total dua transaksi tersebut mencapai Rp4.474.747. Sementara saldo akhir rekening dalam bukti transaksi tercatat hanya Rp33.187.

Dendi kemudian mencoba menghubungi kembali calon pembeli tersebut. Menurut Dendi, nomor yang digunakan untuk berkomunikasi hingga kini masih aktif.

Saat kembali dihubungi, Dendi mengaku justru mendapat respons yang menantang. Orang tersebut disebut meminta agar kejadian itu dilaporkan kepada polisi.