Namun, di balik agenda peninjauan, pertemuan dengan Andini dan anak-anak lainnya menjadi pengalaman yang paling membekas. Kisah para siswa mengingatkannya bahwa setiap anak memiliki hak untuk memperoleh pendidikan, perhatian, dan kesempatan yang sama untuk berkembang.

Hj. Ansari berharap Sekolah Rakyat tidak sekadar menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang aman bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan masa depan.

Menurutnya, kondisi keluarga yang sulit tidak semestinya menutup jalan seorang anak untuk meraih cita-cita. Dengan pendidikan yang layak, pendampingan, dan lingkungan yang mendukung, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi mandiri yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Harapan itu sejalan dengan ungkapan khairunnas anfa’uhum linnas, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” pungkasnya. (*)

ADVERTISEMENT