Ungkapan tersebut bermakna bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi sesama. Nilai itulah yang diharapkan dapat tumbuh dalam diri anak-anak melalui pendidikan dan pendampingan yang tepat.

Kedekatan Hj. Ansari dengan dunia anak bukanlah hal baru. Sebelum menjadi anggota DPR RI, ia pernah mengabdikan diri sebagai guru pendidikan anak usia dini (PAUD) di salah satu lembaga pendidikan swasta di Pamekasan selama belasan tahun.

Pengalaman tersebut membuatnya terbiasa berinteraksi dengan anak-anak, mendengarkan cerita mereka, serta memberikan dorongan semangat. Meski demikian, pertemuannya dengan para siswa Sekolah Rakyat kali ini tetap memberikan kesan tersendiri.

Antusiasme anak-anak terlihat ketika mereka disapa dan diajak berbincang. Bahkan, saat rombongan hendak berpamitan, sejumlah siswa masih mendekat dan berusaha melanjutkan kebersamaan tersebut.

Bagi Hj. Ansari, perhatian kepada anak-anak tidak selalu harus diwujudkan melalui hal besar. Sapaan hangat, kesediaan mendengarkan, dan kata-kata penyemangat juga memiliki arti penting dalam membangun kepercayaan diri mereka.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan itu, Hj. Ansari juga menceritakan pengalamannya saat pertama kali bertemu Andini. Ia sempat mengira siswi tersebut merupakan anak laki-laki karena rambutnya dipotong pendek dan tidak mengenakan anting.

Setelah berinteraksi lebih jauh, ia mengetahui bahwa penampilan serupa juga dijumpainya pada sejumlah siswa lainnya. Hal tersebut disebut sebagai bagian dari upaya sekolah dalam menjaga kebersihan.

Kunjungan itu sendiri merupakan bagian dari peninjauan langsung terhadap kondisi lokasi serta kesiapan sarana dan prasarana pendidikan di Sekolah Rakyat. Melalui peninjauan tersebut, Hj. Ansari melihat secara langsung lingkungan belajar dan berinteraksi dengan para siswa.