MADURA SATU | PAMEKASAN - Perjalanan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi yang dijalani Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan, Taufadi, menyimpan kisah pengabdian seorang anak kepada ibu kandung dan ibu mertuanya.

Bersama sang istri, Hj. Ansari, ia memilih mendampingi langsung kedua orang tua tersebut menuju Tanah Suci.

Taufadi dan istrinya diketahui mendaftar haji sejak 18 Juli 2012 melalui BSI Pamekasan dengan masa tunggu sekitar 10 tahun.

Namun pandemi Covid-19 membuat antrean keberangkatan semakin panjang hingga akhirnya mereka mendapat giliran berangkat pada musim haji 2026.

Di tengah masa penantian itu, Taufadi juga mempersiapkan keberangkatan bagi ibu kandung dan ibu mertuanya. Pada 2018, keduanya didaftarkan haji agar dapat berangkat bersama keluarga.

ADVERTISEMENT

“Sejak awal kami memang ingin ibu dan ibu mertua bisa berangkat bersama kami,” tulis Taufadi dalam catatan perjalanan hajinya.

Melalui mekanisme penggabungan mahram, ibu kandung Taufadi akhirnya digabung dengan dirinya, sementara ibu mertua didampingi langsung oleh Hj. Ansari. Proses mutasi porsi haji dari Sumenep ke Pamekasan juga disebut berjalan lancar.

Perjalanan tersebut terasa semakin bermakna karena ayah Taufadi telah wafat pada 2023. Dalam catatannya, ia juga berniat membadalkan haji untuk almarhum sang ayah, sementara Hj. Ansari berencana membadalkan haji untuk nenek buyutnya.

Sebelum keberangkatan menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya, keluarga besar menggelar doa bersama di kediaman mereka di Lawangan Daya, Pamekasan.

Tradisi salat safar, doa keberangkatan, hingga iringan azan dan ikamah mengiringi langkah mereka menuju Masjid As-Syuhada sebagai lokasi pelepasan jamaah.

ADVERTISEMENT

Suasana haru tampak menyelimuti proses pemberangkatan. Taufadi terlihat lebih banyak memastikan kondisi ibu kandung dan ibu mertuanya tetap nyaman selama perjalanan menuju Surabaya.

Setibanya di Asrama Haji Sukolilo, perhatian Taufadi terhadap kedua orang tuanya kembali terlihat.

Ia sempat mengajukan perpindahan kamar karena penempatan awal memisahkan jamaah lansia dengan pendamping keluarga.

Permohonan tersebut akhirnya disetujui dan keluarganya dipindahkan ke Gedung Zam-Zam agar ibu kandung dan ibu mertua tetap mendapat pendampingan penuh selama berada di asrama haji.

Selain menjadi jamaah, Taufadi juga dipercaya menjadi ketua rombongan atau karom oleh KBIHU Al-Mabrur Pamekasan.

ADVERTISEMENT

Tugas itu membuatnya tidak hanya bertanggung jawab kepada keluarga, tetapi juga jamaah lain dalam rombongan.

Bagi Taufadi dan Hj. Ansari, perjalanan haji tahun ini bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga menjadi bentuk bakti dan penghormatan kepada orang tua yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka. (*)