Selain itu, anyaman janur pada ketupat juga memiliki makna simbolis. Janur diartikan sebagai “jatining nur” atau cahaya sejati, yang menggambarkan kesucian hati setelah menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan. 

Bentuk anyaman yang rumit mencerminkan berbagai kesalahan manusia, sedangkan isi beras putih melambangkan hati yang bersih.

Tradisi Lebaran Ketupat biasanya dilaksanakan pada hari ketujuh bulan Syawal. Perayaan ini sering disebut sebagai “Bada Kupat” di beberapa daerah Jawa dan Madura. 

Pada hari tersebut, masyarakat berkumpul, menyajikan ketupat dengan berbagai lauk seperti opor ayam, sambal goreng, dan sayur santan.

Dalam perkembangannya, ketupat tidak hanya populer di Jawa, tetapi juga di wilayah lain seperti Madura, Sumatra, hingga Kalimantan. Setiap daerah memiliki tradisi unik dalam penyajian ketupat, meskipun makna utamanya tetap berkaitan dengan kebersamaan dan silaturahmi.

ADVERTISEMENT

Secara historis, ketupat juga diyakini sudah ada sebelum Islam berkembang luas di Nusantara. Namun, bentuk dan maknanya kemudian mengalami penyesuaian dengan nilai-nilai Islam.

 Proses akulturasi budaya inilah yang membuat ketupat bertahan sebagai simbol tradisi yang kuat hingga sekarang.

Ketupat juga sering dijadikan simbol keberkahan dan kemakmuran. Masyarakat percaya bahwa berbagi ketupat dengan tetangga atau kerabat dapat mempererat hubungan sosial.