"Jadi suatu klaster yang pemerintahnya memang sudah tidak diizinkan lagi berdiri di pabrik di situ, pindah satu klaster ke Madura," katanya.

Saat ini, nilai investasi yang akan masuk ke Bangkalan masih dalam tahap perhitungan. Sebab, perusahaan-perusahaan yang akan direlokasi masih menjalani proses pendataan.

Namun, sejumlah sektor industri dipastikan akan masuk ke kawasan tersebut, di antaranya industri polyester, cokelat, matras atau spring bed, benang, serta beberapa industri manufaktur lainnya.

Ma'ruf menjelaskan, mayoritas perusahaan yang akan beroperasi di Bangkalan bergerak di sektor padat karya.

Kehadiran industri tersebut diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Madura.

ADVERTISEMENT

"Saya baru ketahui di China sudah pakai teknologi AI ya, yang memang karyawannya memang sudah pakai teknologi, ini yang matras ya, matras, kasur, tempat tidur matras, dan coklat, polyster, benang, ini memang industri yang padat karya," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari pengembangan program Two Countries Twin Park yang sebelumnya telah diterapkan di Batang dan Semarang.

Menurut Airlangga, kawasan industri di Bangkalan akan menjadi kawasan industri pertama di Pulau Madura sekaligus membuka peluang pemerataan pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur.