MADURA SATU | SUMENEP - Persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Sudah lebih dari sebulan pasokan energi di sejumlah pulau tersendat, memicu kenaikan harga dan mengganggu denyut kehidupan masyarakat.

Daerah seperti Kangean, Raas, dan Masalembu menjadi titik paling terdampak. Warga setempat mengeluhkan sulitnya memperoleh BBM, sementara harga di tingkat pengecer terus merangkak naik, jauh di atas harga biasanya.

Terhambatnya suplai ini diduga berkaitan dengan faktor eksternal dan domestik.

Gejolak geopolitik internasional, termasuk ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, disebut berdampak pada fluktuasi harga minyak global.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memperbesar beban biaya pengiriman BBM ke kawasan kepulauan yang bergantung pada distribusi laut.

Ach. Fauzi Arif, perwakilan pemuda kepulauan, menilai pemerintah daerah belum menunjukkan respons konkret atas kondisi tersebut. Ia menyebut warga kini berada dalam situasi serba sulit akibat kelangkaan bahan bakar.

“Atas nama pemuda kepulauan, kami berharap pemerintah segera turun melakukan sidak dan memastikan distribusi BBM berjalan normal. Masyarakat benar-benar merasa dianaktirikan dengan kondisi yang semakin sulit seperti sekarang,” kata Fauzi Arif dalam keterangannya, Kamis (14/5).

Menurutnya, kekosongan pasokan telah terjadi kurang lebih satu setengah bulan. Dampaknya merembet ke distribusi sembako dan kebutuhan pokok lain karena ongkos angkut laut melonjak drastis.

“Pasokan bahan pokok tersendat. Harga-harga juga mulai naik karena distribusi tidak lancar. Kalau ini terus dibiarkan, dampaknya bisa meluas ke sektor ekonomi dan kehidupan masyarakat kepulauan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Warga juga menyebut harga BBM eceran di beberapa pulau melonjak signifikan. Kondisi tersebut membuat biaya operasional nelayan, transportasi antarwilayah, hingga pelaku usaha kecil meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Tak hanya memukul sektor ekonomi, keterbatasan BBM mulai berpengaruh pada layanan dasar. Aktivitas sekolah dan pelayanan kesehatan di sejumlah pulau terhambat akibat terbatasnya armada transportasi laut yang dapat beroperasi.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep segera berkoordinasi dengan Pertamina serta pihak terkait untuk memastikan pasokan kembali stabil.

Mereka juga meminta pengawasan distribusi diperketat guna mencegah praktik penimbunan maupun permainan harga di tingkat pengecer.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Kabupaten Sumenep, Dadang Dedi Iskandar, belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga soal krisis BBM di wilayah kepulauan.

ADVERTISEMENT

Hingga kini, masyarakat Kangean, Raas, dan Masalembu masih menantikan langkah nyata pemerintah untuk mengatasi persoalan yang dinilai semakin menekan kehidupan warga di daerah terluar tersebut. (*)