Anak-anak yang menjawab berhasil membaca surat dengan benar diberi hadiah oleh Khofifah. Suasana semakin akrab ketika Khofifah mengajak para santri untuk bershalawat bersama.

“Semangat terus mengajinya. Jangan lupa untuk selalu hormat pada orang tua, ya. Jangan membentak mereka. Semoga kunjungan ini menjadi penyemangat bagi anak-anakku untuk terus belajar dan menghafal Al-Qur’an,” ujar Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan bahwa Desa Prodo, tempat TPQ ini berada, merupakan kampung yang ia inisiasi saat menjabat sebagai Menteri Sosial.

“Kampung ini dibangun khusus untuk masyarakat yang sebelumnya homeless di kawasan Pasuruan. Warga di sini dulunya adalah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang kemudian kIta perhatikan dengan menyediakan hunian layak bagi mereka. TPQ ini juga didirikan untuk memberikan pendidikan agama kepada anak-anak di sini,” jelasnya.

Program serupa, kata Khofifah, juga ada di Malang, Yogya dan Padang. Program ini merupakan bentuk perhatian Kementerian Sosial pada masanya kepada para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) khususnya yang masuk kategori gelandangan pengemis (gepeng).

ADVERTISEMENT

“Tadi saya memang berniat berbagi dengan anak-anak TPQ, menyemangati mereka untuk bercita-cita tinggi, semangat menuntut ilmu, dan mengaji agar bisa memperbaiki kehidupan mereka di masa depan,” tutur Khofifah.

Sebagai bentuk perhatian, Khofifah memberikan seragam untuk seluruh santri TPQ dan ustadzah di TPQ tersebut. Ia juga berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan mendukung kegiatan belajar mengajar di TPQ.

“Semoga ilmu yang diajarkan di sini membawa manfaat dan keberkahan,” tambahnya.