MADURA SATU | SAMPANG - Seorang warga di Dusun Sombernangah, Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, mengaku menjadi korban dugaan penganiayaan dan ancaman kekerasan.

Dalam kejadian tersebut, korban menyebut dirinya dipukul hingga wajahnya memar dan sempat diayunkan celurit.

Korban bernama Rusli (53). Ia melaporkan dugaan tersebut ke Polsek Banyuates setelah merasa keselamatannya terancam.

Dua orang yang dilaporkan masing-masing berinisial Sahrawi (50) dan Sandi (35), yang merupakan ayah dan anak serta sama-sama warga Dusun Sombernangah.

Peristiwa itu disebut terjadi pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Saat kejadian, Rusli tengah bertamu di rumah Mat Naji, seorang ustaz yang berada di lingkungan pondok pesantren setempat.

ADVERTISEMENT

Menurut pengakuan Rusli, situasi awalnya berlangsung biasa. Namun, keadaan berubah setelah Sahrawi datang ke lokasi.

“Saat itu saya sedang bertamu di rumah Mat Naji. Kemudian Sahrawi datang, tiba-tiba membuka maskernya dan langsung meludahi saya,” ujar Rusli kepada wartawan.

Rusli mengatakan tindakan tersebut kemudian berlanjut dengan kekerasan fisik. Ia mengaku mendapat satu kali tamparan dan dua kali pukulan di bagian wajah hingga mengalami memar di bawah mata sebelah kanan.

“Saya ditampar satu kali dan dibogem dua kali sampai bagian bawah mata kanan saya memar,” katanya.

Keributan disebut semakin memanas setelah Sandi datang ke lokasi dengan membawa celurit. Rusli mengaku melihat Sandi mengeluarkan senjata tajam tersebut dari sarungnya sebelum mengayunkannya ke arah dirinya.

ADVERTISEMENT

Beruntung, sabetan celurit tersebut tidak mengenai tubuh Rusli.

“Setelah itu anaknya Sahrawi, Sandi, datang membawa celurit. Celurit itu langsung dikeluarkan dari sarungnya dan dibacokkan ke arah saya, tetapi tidak kena,” ungkapnya.

Rusli mengaku kejadian tersebut membuat dirinya ketakutan. Ia bahkan menduga kedatangan kedua orang tersebut berkaitan dengan persoalan yang telah terjadi sebelumnya.

“Saya menduga itu sudah direncanakan. Saya merasa mereka memang mau membunuh saya,” ucap Rusli.

Keributan tersebut kemudian berhasil dilerai setelah Mat Naji dan sejumlah warga yang kebetulan melintas di depan rumah ikut turun tangan.

ADVERTISEMENT

Namun, Rusli mengaku persoalan belum sepenuhnya berakhir setelah keributan dilerai. Ia menyebut masih mendapat ancaman dari kedua terduga.

Menurut Rusli, Sahrawi diduga mengancam akan menyembelih dirinya, sementara Sandi disebut mengancam akan menembaknya.

“Awas, nanti kamu saya sembelih,” ujar Rusli, menirukan ucapan yang diduga disampaikan Sahrawi.

“Kamu akan saya tembak,” katanya, menirukan ucapan yang diduga disampaikan Sandi.

Merasa keselamatannya terancam, Rusli kemudian memilih melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Ia berharap laporan tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

ADVERTISEMENT

Terkait dugaan motif, Rusli menduga persoalan tersebut berkaitan dengan masalah keluarga. Ia menyebut Sandi sebelumnya telah bercerai dengan istrinya, sementara mantan istri Sandi masih memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarganya.

“Hal itu diduga karena anaknya Sahrawi bercerai dengan istrinya, sementara mantan istrinya itu masih keponakan dari istri saya,” jelas Rusli.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Kapolsek Banyuates Iptu Siswanto membenarkan adanya laporan terkait dugaan penganiayaan dan ancaman tersebut.

“Iya ada, Mas. Korban sudah lapor dan saat ini dalam proses penyelidikan,” kata Iptu Siswanto saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

ADVERTISEMENT

Hingga berita ini diterbitkan, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian tersebut serta memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam laporan yang disampaikan korban.(*)