Ia menegaskan, SKK Migas bersama KKKS wilayah Jabanusa berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sampang dan masyarakat.

Sinergi tersebut, kata dia, tidak hanya diarahkan untuk mendukung pembangunan, tetapi juga memastikan keberadaan industri hulu migas mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Febrian menyebut kontribusi industri hulu migas di Sampang tidak berhenti pada penyaluran bantuan air bersih. Berbagai program sosial diharapkan dapat menghadirkan nilai tambah sekaligus memperkuat hubungan antara industri, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Kami berharap program ini dapat diterima dengan baik dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Dengan demikian, keberadaan industri hulu migas di wilayah Kabupaten Sampang juga dapat memberikan nilai tambah dan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Sementara itu, Ketua FSS Siti Farida mengatakan program Sejuta Liter Air Bersih tahun ini telah memasuki pelaksanaan tahap kedua.

ADVERTISEMENT

Menurut Farida, dukungan SKK Migas dan KKKS membuat FSS dapat memperluas jangkauan distribusi bantuan dibandingkan penyaluran sebelumnya.

“Semula hanya lima kecamatan, sekarang bertambah menjadi tujuh kecamatan. Bantuan juga disalurkan ke mushola dan ponpes,” kata Farida.

Perluasan sasaran tersebut dinilai penting mengingat kebutuhan air bersih tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah yang mengalami kekeringan, tetapi juga para santri dan pengelola pondok pesantren serta warga yang memanfaatkan mushola sebagai pusat kegiatan keagamaan.